19 Apr 2014

"Mathfair Dalam Karya Bersama Batik Fraktal"

Banda Aceh- Himpunan Mahasiswa Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala kembali mengadakan acara Math Fair. Math Fair atau Mathematic Fair adalah salah satu rangkaian kegiatan himpunan yang berdiri di bawah HIMATIKA ( Himpunan Mahasiswa Matematika) yang mulai terbentuk sejak  tahun 2004 silam. Ini artinya, di tahun 2014 ini acara  Mathfair merupakan rangkaian kegiatan yang  ke-10. Perjalanan Mathfair yang menempuh usia yang ke-10 ini bukanlah hal yang mudah. Namun, kekonsistenan para mahasiswa yang terlibat di dalamnya membuat Mahtfair bisa mencapai usia yang ke-10 ini.
Acara Mathfair sendiri terdiri dari 4 rangkaian kegiatan, yaitu Seminar, Olimpiade Matematika, Expo dan Aneka Lomba. Pada Mathfair ke-10 ini, pembukaan acara akan menghadirkan Seminar Nasional yang dilaksanakan pada tanggal 31 mei 2014 di AAC Dayan Dawood. Baru kemudian di bulan September diikuti oleh kegiatan Olimpiade yang akan diselenggarakan di seluruh kabupaten se-Aceh, disusul oleh Expo Job Fair dan Aneka Lomba. Selain menyelenggarakan acara  puncak pada Bulan September, juga diselenggarakan penutupan acara Mathfair ke-10, dengan rangkaian kegiatan berupa pembagian piagam dan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba.
Kegiatan seminar yang menjadi pembuka Mathfair tahun ini bertemakan “Batik Fraktal : Ketika Sains Melahirkan Seni Batik”.
Batik fraktal merupakan motif batik tradisional yang ditulis ulang secara matematis. Hasilnya penulisan ulang dimodifikasi lebih kompleks sehingga menghasilkan motif baru. Sedangkan fraktal sendiri adalah salah satu cabang ilmu matematika yang berfokus pada pengulangan, dimensi, iterasi, dan pecahan. Pengerjaan batik fraktal ini sendiri dapat menggunakan  software jBatik yang ditemukan oleh 3-sahabat pendiri Piksel Indonesia.
Pemateri utama dalam seminar ini adalah salah seorangpelopor terbentuknya batik fraktal itu sendiri yaitu Yun Hariadi yang juga lulusan Matematika ITB. Tidak hanya diisi oleh Yun Hariadi, seminar nasional ini juga diisi oleh dua orang pemateri lain, yaitu Zulhadi Sahputra yang merupakan dosen Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unsyiah yang juga memanfaatkan software jBatik dalam mendesain  ornamen Aceh maupun desain arsitektur, serta diisi juga oleh dosen dari Fakultas MIPA sendiri yaitu Marwan Ramli.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia maka sudah seharusnya lah kita ikut melestarikan dan mengembangkan salah satu warisan budaya negara ini yang tak lain adalah batik. Untuk itu, mari bergabung bersama kami dan saksikan bagaimana sains dan teknologi melahirkan seni batik. 

"PERJALANAN DAKWAH"


Tembok Cina
Dibangun selama lima ratus tahun, lima dinasti

Orang yang pertama kali ikut membantu pembangunannya tak bisa melihat hasil akhirnya. 
Betapa indah dan mengagumkan. Betapa gagah melewati 2000 tahun tanpa tanda-tanda kerobohan.

Kawan, dakwah itu seperti tembok cina.
Tak ada jaminan para kadernya akan melihat Bangunan Kemenangan saat mereka masih hidup. 
Bisa jadi, bangunan itu baru selesai saat mereka telah pergi. Berkalang tanah, tak bernafas lagi.

Kita bekerja, kita berdakwah, bukan untuk melihat kemenangan. 
Tapi untuk memperjuangkan kebenaran. Siapa yang peduli kita sudah mati saat dakwah ini menang? 
Jika itu yang harus terjadi, terjadilah.

Kita tetap akan jadi pilar-pilarnya.
Pondasi-pondasinya.
Jembatan-jembatannya.

Kitalah yang mengantarkan dakwah ini jaya. 
Tanpa pernah takut tak menikmati hasilnya.
Lillahi Ta'ala.